Klaten: Keluarga Heri Sigo Samboja alias Sogir bingung. Mereka mempertanyakan nasib Arina (17) dan Rofi (13) yang dibawa Densus 88 Mabes Polri saat penggerebekan di Girimulyo, Klaten Utara, Jawa Tengah. "Sampai saat ini nasib keduanya tidak jelas," ujar Azzamnudin, adik Sogir saat memberikan keterangan kepada wartawan di Masjid Jami Baitulsalam, Tipes, Solo, Sabtu (26/6).
Menurut Azzamnudin, saat anggota Densus 88 datang, Arina dan Rofi yang merupakan kakak-beradik baru datang ke rumah Sogir. Mereka menumpang beristirahat sebelum kembali ke Solo. Saat itu, keduanya baru dijemput Maidi, ayah mereka, dari sebuah pondok pesantren di Purworejo untuk liburan sekolah.
Di saat istirahat, tiba-tiba anggota Densus 88 datang. Mereka langsung menangkap Sogir dan istrinya, Mulyono dan istrinya, serta Maidi, ayah Sogir yang kebetulan menginap. Kedua adik Sogir, Arina dan Rofi, yang masih di bawah umur juga dibawa.
Saat ini, pihak keluarga hanya mengetahui nasib Sogir dan Maidi yang sudah dibawa ke Mabes Polri. Sedangkan Arina dan Rofi belum diketahui nasibnya. Pihak keluarga sudah bertanya ke kepolisian Klaten, namun hanya mendapat jawaban bahwa kasus penggerebekan teroris sudah ditangani Mabes Polri.
Azzamnudin yang didampingi tim pengacara dari The Islamic Study and Action Centre (ISAC) berencana meminta bantuan ke Komnas Anak dan Komnas HAM. Dia tak percaya jika ayah dan saudara-saudaranya terlibat dalam jaringan teroris, terlebih Arina dan Rofi yang masih di bawah umur. "Saya berharap segera mendapat kejelasan tentang nasib mereka. Apalagi, Rofi dalam keadaan sakit ketika dibawa," kata Azzamnudin.
Advertisement
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
______________________________________________________________________________







Tidak ada komentar:
Posting Komentar